PRAKTIKUM I
Topik : Uji Karbohidrat I ( Glukosa).
Tujuan : Untuk mengetahui apakah dalam
suatu senyawa / larutan mengandung glukosa.
Hari/tanggal : Jum’at / 4 Maret 2016
Tempat :
Laboratorium Biologi PMIPA FKIP UNLAM Banjarmasin.
I.
ALAT DAN BAHAN
A.
Alat
:
1.
Tabung
reaksi
2.
Rak
tabung reaksi
3.
Gelas
kimia 1000 ml
4.
Gelas
ukur 40 ml
5.
Pipet
tetes
6.
Kertas
label
7.
Centrifuge
8.
Waterbath
9.
Kain
kasa
10. Alat tulis
B.
Bahan :
1.
Fehling
A dan Fehling B
2.
Air
3.
Aquadest
4.
Larutan
glukosa
5.
Larutan
sari buah
II.
CARA KERJA
1.
Menyiapkan
alat dan bahan.
2.
Memotong
buah jeruk menjadi dua bagian.
3.
Memeras
buah jeruk untuk mengambil airnya.
4.
Menyaring
air jeruk dengan kain kasa untuk mengambil sari buahnya.
5.
Mengambil
sari buah jeruk menggunakan pipet tetes dan memasukkan nya ke dalam tabung
reaksi.
6.
Memasukkan
tabung reaksi ke dalam centrifuge dengan kecepatan 600rpm untuk mencairkan sari
buah.
7.
Mengeluarkan
tabung reaksi dari centrifuge.
8.
Memasukkan
sari buah yang telah cair kedalam gelas kimia.
9.
Mengambil
dua tabung reaksi.
10. Pada tabung pertama memasukkan larutan glukosa
1 ml dan pada tabung kedua memasukkan larutan sari buah jeruk sebayak 1ml.
11. Menambahkan pereaksi yaitu fehling A dan
B ke dalam tabung pertama dan kedua masing-masing sebanyak tiga tetes.
12. Menghomogenkan antara larutan dengan
pereaksi.
13. Mengamati hasil pencampuran antara
larutan dengan pereaksi.
14. Memasukkan tabung pertama dan kedua yang
telah homogen dengan pereaksi ke dalam waterbath untuk dipanaskan selama tiga
menit dengan suhu 92°C.
15. Setelah tiga menit berlalu keluarkan
tabung pertama dan kedua dari waterbath.
16. Mengamati hasil larutan setelah
dipanaskan.
17. Mencatat hasil pengamatan yang didapat.
III.
TEORI DASAR
Karbohidrat
merupakan sumber energy utama bagi organisme hidup. Manusia menggunakan zat
pati sebagai nutrient utama. Zat pati yang terdapat dalam beras, jagung,
gandum, singkong, ubi, sagu dan lain-lain merupakan polimer dari glukosa yang
di sintesis oleh tumbuh-tumbuhan sebagai cadangan energy/makanan bagi
tumbuh-tumbuhan tersebut.
Pada hewan dan
manusia, karbohidrat disimpan dalam bentuk glikogen, terutama di hati ( 2-8 % )
dan otot ( 0,5-1 % ). Glikogen hati terutama berguna untuk mempertahankan kadar
glukosa darah normal ( 70-80 mg/ 100 ml darah ), sedangkan glikogen otot
bertindak sebagai penyedia energy untuk keperluan kontraksi. Pada tahap reaksi
persiapan, yaitu pada tahap pencernaan, karbohidrat dipecah-pecah menjadi
monomer-monomernya seperti glukosa, fruktosa, galaktosa, manosa, dan
sebagainya.
Katabolisme
karbohidrat. Dalam hal ini glukosa, terdapat beberapa tipe jalur penambatan
yang antara lain jalur glikolisis atau Embden
Meyerhof-Parnas Pathway ( EMP ), Entne-Duodorff-Pathway
( ED ) dan Hexosa Mono phospat
Pathway ( HMP ). Oksidasi selanjutnya senyawa antara umum yang dihasilkan
dari jalur di atas memasuki daur Krebs ( daur asam trikarboksilat ) dan rantai
respirasi yang berlangsung dengan fosforilasi oksidatif untuk menghasilkan ATP
yang lebih banyak. Proses metabolisme yang berlangsung pada tiap organisme,
bergantung kepada aktivitas system enzim yang dimiliki oleh organisme tersebut.
Jalur-jalur EMP,
ED, HMP berlangsung dalam keadaan anaerob. Sedangkan proses selanjutnya, yaitu
siklus asam trikarboksilat ( TCA atau daur Krebs ) dan rantai respirasi terjadi
dalam keadaan aerob.
Glukosa
digunakan baik oleh organisme anaerob maupun aerob. pada tahap-tahap awal jalur
katabolisme untuk kedua tipe organismeitu mirip satu sama lain. Organisme
anaerob memecah glukosa menjadi senyawa yang lebih sederhana yang tidak dapat
mengalami metabolisme lebih lanjut tanpa bantuan oksigen. Sedangkan organisme
aerob selain memiliki perangkat enzim yang dimiliki oleh organisme anaerob,
yang memiliki kemampuan lebih yang dapat memecah senyawa sederhana yaitu menjadi
CO2 dan H2O
dengan bantuan oksigen. Karena pemecahannya lebih sempurna, maka energy yang
dihasilkan pun lebih banyak daripada yang dihasilkan oleh organisme anaerob.
IV.
HASIL PENGAMATAN
A.
Flowchart
![]() |
B.
Tabel
Hasil Pengamatan
|
No
|
Bahan
|
Warna
|
Bahan + Fehling A dan B
|
Perubahan Warna
|
Keterangan
|
|
|
Sebelum di panas
kan
|
Sesudah di panas
kan
|
|||||
|
|
Glukosa
1 %
|
Bening
|
Biru
ke hijau an
|
Biru
kehijauan
|
Jingga
kemerah bataan
|
Ada
endapan
|
|
|
Sari
buah
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Putih
ke kuningan
|
Hijau
tosca
|
Hijau
muda
|
Jingga
bening
|
Ada
sedikit endapan
|
|
|
|
Putih
|
Hijau
tua
|
Hijau
tua
|
Kuning
keruh
|
Tidak
ada endapan
|
|
|
|
Kuning
keruh
|
Biru
keruh
|
Biru
keruh
|
Jingga
pekat
|
Ada
sedikit endapan
|
|
|
|
Merah
muda
|
Biru
pekat
|
Biru
pekat
|
Jingga
bening
|
Ada
sedikit endapan
|
|
|
|
Jingga
bening
|
Hijau
tua
|
Hijau
tua
|
Jingga
|
Ada
endapan
|
|
|
|
Putih
keruh
|
Biru
tua
|
Biru
tua
|
Kuning
keruh
|
Tidak
ada endapan
|
|
|
|
Bening
keruh
|
Biru
|
Hijau
|
Kuning
keruh
|
Tidak
ada endapan
|
|
|
|
Putih
bening
|
Biru
ke hijauan
|
Biru
ke hijauan
|
Jingga
tua
|
Ada
endapan
|
|
|
|
Putih
keruh
|
Hijau
tosca
|
Hijau
keruh
|
Kuning
keruh
|
Tidak
ada endapan
|
|
|
|
Putih
bening
|
Biru
tua
|
Biru
tua
|
Kuning
kunyit
|
Tidak
ada endapan
|
C.
Foto
Pengamatan
1.
Larutan
sari buah jeruk dan glukosa sebelum ditetesi pereaksi

Dok pribadi.
2016
2.
Pereaksi
(Fehling A dan B)

Dok pribadi.
2016
3.
Larutan
sari buah jeruk dan glukosa setelah ditetesi pereaksi

Dok pribadi.
2016
4.
Larutan
sebelum dipanaskan

Dok pribadi.
2016.
5.
Larutan
sesudah dipanaskan

Dok pribadi. 2016
6.
Larutan
sari buah jeruk, sirsak, alpukat, semangka, papaya, nanas, pisang, jambu biji,
rambutan, dan bengkoang sebelum dipanaskan dalam waterbath

Dok pribadi.
2016
7.
Larutan
sari buah setelah dipanaskan dalam waterbath dan telah diurutkan dari larutan
yang paling tertinggi mengandung glukosa sampai terendah

Dok pribadi.
2016
Urutannya yaitu
:
- Jambu biji
- Pepaya
- Jeruk
- Semangka
- Alpukat
- Rambutan
- Nanas
- Sirsak
- Pisang
- Bengkuwan
V. ANALISIS DATA
Karbohidrat merupakan
sumber energi bagi organisme hidup. Untuk menguji atau mengetahui ada atau
tidaknya karbohidrat pada suatu makanan yang ingin di uji kadar kandungan
glukosa yang ada pada ekstrak buah-buahan menggunakan fehling A dan B. Fungsi fehling A dan B pada
percobaan untuk menguji atau mengetahui
ada atau tidak kandungan glukosa dalam suatu bahan yang di uji. Dalam percobaan
akan ditemukan bermacam-macam warna Urutan warna yang menunjukan kadar glukosa
tinggi sampai yang paling rendah adalah merah bata, jingga, kuning dan hijau.
Pada praktikum dilakukan percobaan
terhadap 10 jenis bahan. Bahan tersebut yaitu:
sari buah jeruk, sirsak, Alvukat, semangka pepaya, nanas, pisang, jambu
biji, rambutan dan bengkoang. Bahan-bahan tersebut diletakan di gelas kimia.
Tabung reaksi pertama di isi 1 ml larutan glukosa dan sepuluh tabung lainnya di
isi dengan sari buah sebanyak 1 ml (3 tetes), lalu glukosa dan sari buah dalam
tabung di tetesi fehling A dan fehling B
sebanyak 1 ml (3 tetes) setelah itu dihomogenkan, di diamkan sebentar, lalu di
panaskan. Pada tiap-tiap tabung di amati
perubahan warna sehingga menghasilkan data sebagai berikut :
1. Larutan
glukosa 1 ml berwarna bening ditambah 1
ml fehling A dan fehling B menjadi warna biru kehijauan, setelah dipanaskan
larutan menjadi warna merah bata, pada larutan ini ada endapan.
2. Larutan
sari buah jeruk 1 ml berwarna kekuningan ditambah fehling A dan B menjadi warna
biru kehijauan, lalu di homogenkan, sebelum di panasakan berwarna hijau muda.
Setelah di panaskan larutan berubah warna menjadi jingga bening, pada lalutan
ini ada sedikit endapan.
3. Larutan
sari buah sirsak 1 ml berwarna putih ditambah fehling A dan B berubah warna
menjadi hijau tua, di homogenkan sebelum di panasakan berwarna hijau tua.
Setelah di panaskan larutan berubah warna menjadi kuning keruh, dan tidak ada
endapan.
4. Larutan
sari buah Alpukat 1 ml berwarna keruh ditambah fehling A dan B berubah warna
menjadi biru keruh, di homogenkan sebelum di panasakan berwarna tetap biru
keruh. Setelah di panaskan larutan berubah warna menjadi jingga pekat, dan ada
sedikit endapan.
5. Larutan
sari buah semangka 1 ml berwarna merah muda ditambah fehling A dan B berubah
warna menjadi biru pekat, setelah homogenkan, sebelum di panasakan berwarna
tetap biru pekat. Setelah di panaskan larutan berubah warna menjadi jingga
bening, dan ada sedikit endapan.
6. Larutan
sari buah pepaya 1 ml berwarna jingga bening ditambah fehling A dan B berubah
warna menjadi hijau tua, setelah homogenkan, sebelum di panasakan berwarna biru
tua. Setelah di panaskan larutan berubah warna menjadi jingga, dan ada endapan.
7. Larutan
sari buah nanas 1 ml berwarna putih keruh ditambah fehling A dan B berubah
warna menjadi biru tua, setelah homogenkan, sebelum di panasakan berwarna tetap
biru tua. Setelah di panaskan larutan berubah warna menjadi kuning keruh, dan
tidak ada endapan.
8. Larutan
sari buah pisang 1 ml berwarna bening keruh ditambah fehling A dan B berubah
warna menjadi biru, setelah homogenkan, sebelum di panasakan berwarna tetap hijau.
Setelah di panaskan terjadi perubahan warna menjadi kuning keruh, dan tidak ada
endapan.
9. Larutan
sari buah jambu biji 1 ml berwarna putih ditambah fehling A dan B berubah warna
menjadi biru kehijauan, setelah homogenkan, sebelum di panasakan berwarna tetap
biru kehijauan. Setelah di panaskan terjadi perubahan warna menjadi jingga tua,
dan ada endapan.
10. Larutan
sari buah rambutan 1 ml berwarna putih keruh, ditambah fehling A dan B berubah
warna menjadi biru kehijauan, setelah homogenkan, sebelum di panasakan berwarna
hijau keruh. Setelah di panaskan terjadi perubahan warna menjadi kuning keruh,
dan tidak ada endapan.
11. Larutan
sari buah bengkoang 1 ml berwarna putih bening, ditambah fehling A dan B
berubah warna menjadi biru tua, setelah homogenkan, sebelum di panasakan
berwarna biru tua. Setelah di panaskan terjadi perubahan warna menjadi kuning
kunyit, dan tidak ada endapan.
Berdasarkan data hasil pengamatan dapat dilihat
warna yang dihasilkan membuktikan kalau ekstrak buah tersebut mengandung
glukosa. Pemanasan sari buah berfungsi untuk mengondisikan keadaan sebenarnya
dalam tubuh manusia didalam proses metabolisme.
a. Analisis
kandungan karbohidrat pada glukosa
Pada
percobaan larutan glukosa ditetesi fehling A dan B sebanyak 3 tets,
dihomogenkan dan terjadi perubahan warna menjadi biru kehijauan, kemudian
dipanaskan selama 5 menit dan di dinginkan terjadi perubahan warna kembali
menjadi merah bata.
b. Analisis
kandungan glukosa pada ekstrak buah
Pada
percobaan dengan larutan ekstarak buah, setelah di tetesi 3 tetes fehling A dan
B terjadi perubahan warna. Kemudian dipanaskan selama 5 menit dan dan di
dinginkan terjadi perubahan warna kembali.
Setelah di amati
tingkat warna yang di hasilkan dari masing-masing sari buah berbeda-beda dan
dapat di ketahui bahwa larutan glukosa memiliki kadar glukosa yang tinggi.
VI. KESIMPULAN
1. Kandungan
karbohidrat dapat di ketahui dengan melihat warna larutan. Warna yang
karbohidratnya paling tinggi adalaha merah bata dan yang paling rendah adalah
hijau.
2. Dalam
suartu makanan atau bahan yang mempunyai karbojidrat berbeda-beda.
3. Larutan
fehling A dan B di gunakan sebagai indikator untuk mengetahui kandungan
karbohidrat dan glukosa pada suatu bahan makanan.
4. Menurut
pengamatan kandungan glukosa yang paling tinggi terdapat pada glukosa dan
paling rendah pada bengkoang
5. Menurut
pengamatan urutan glukosa pada sari buah dari yang tertinggi ke rendah adalah:
jambu biji, pepaya, jeruk, semangka, alpukat, rambutan, nanas, sirsak, pisang
dan bengkoang.
VII. DAFTAR PUSTAKA
Noorhidayati dan Hardiansyah. 2016. Penuntun praktikum biokimia.
Banjarmasin :
PMIPA FKIP UNLAM.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar