Minggu, 12 Juni 2016

Praktikum I (Uji karbohidrat I (Glukosa). Biokimia



PRAKTIKUM I

Topik               : Uji Karbohidrat I ( Glukosa).
Tujuan             : Untuk mengetahui apakah dalam suatu senyawa / larutan mengandung glukosa.
Hari/tanggal    : Jum’at / 4 Maret 2016
Tempat            : Laboratorium Biologi PMIPA FKIP UNLAM Banjarmasin.

I.                   ALAT DAN BAHAN
A.    Alat     :
1.      Tabung reaksi
2.      Rak tabung reaksi
3.      Gelas kimia 1000 ml
4.      Gelas ukur 40 ml
5.      Pipet tetes
6.      Kertas label
7.      Centrifuge
8.      Waterbath
9.      Kain kasa
10.  Alat tulis
B.     Bahan  :
1.      Fehling A dan Fehling B
2.      Air
3.      Aquadest
4.      Larutan glukosa
5.      Larutan sari buah

II.                CARA KERJA
1.      Menyiapkan alat dan bahan.
2.      Memotong buah jeruk menjadi dua bagian.
3.      Memeras buah jeruk untuk mengambil airnya.
4.      Menyaring air jeruk dengan kain kasa untuk mengambil sari buahnya.
5.      Mengambil sari buah jeruk menggunakan pipet tetes dan memasukkan nya ke dalam tabung reaksi.
6.      Memasukkan tabung reaksi ke dalam centrifuge dengan kecepatan 600rpm untuk mencairkan sari buah.
7.      Mengeluarkan tabung reaksi dari centrifuge.
8.      Memasukkan sari buah yang telah cair kedalam gelas kimia.
9.      Mengambil dua tabung reaksi.
10.  Pada tabung pertama memasukkan larutan glukosa 1 ml dan pada tabung kedua memasukkan larutan sari buah jeruk sebayak 1ml.
11.  Menambahkan pereaksi yaitu fehling A dan B ke dalam tabung pertama dan kedua masing-masing sebanyak tiga tetes.
12.  Menghomogenkan antara larutan dengan pereaksi.
13.  Mengamati hasil pencampuran antara larutan dengan pereaksi.
14.  Memasukkan tabung pertama dan kedua yang telah homogen dengan pereaksi ke dalam waterbath untuk dipanaskan selama tiga menit dengan suhu 92°C.
15.  Setelah tiga menit berlalu keluarkan tabung pertama dan kedua dari waterbath.
16.  Mengamati hasil larutan setelah dipanaskan.
17.  Mencatat hasil pengamatan yang didapat.

III.             TEORI DASAR

Karbohidrat merupakan sumber energy utama bagi organisme hidup. Manusia menggunakan zat pati sebagai nutrient utama. Zat pati yang terdapat dalam beras, jagung, gandum, singkong, ubi, sagu dan lain-lain merupakan polimer dari glukosa yang di sintesis oleh tumbuh-tumbuhan sebagai cadangan energy/makanan bagi tumbuh-tumbuhan tersebut.
Pada hewan dan manusia, karbohidrat disimpan dalam bentuk glikogen, terutama di hati ( 2-8 % ) dan otot ( 0,5-1 % ). Glikogen hati terutama berguna untuk mempertahankan kadar glukosa darah normal ( 70-80 mg/ 100 ml darah ), sedangkan glikogen otot bertindak sebagai penyedia energy untuk keperluan kontraksi. Pada tahap reaksi persiapan, yaitu pada tahap pencernaan, karbohidrat dipecah-pecah menjadi monomer-monomernya seperti glukosa, fruktosa, galaktosa, manosa, dan sebagainya.
Katabolisme karbohidrat. Dalam hal ini glukosa, terdapat beberapa tipe jalur penambatan yang antara lain jalur glikolisis atau Embden Meyerhof-Parnas Pathway ( EMP ), Entne-Duodorff-Pathway ( ED ) dan Hexosa Mono phospat Pathway ( HMP ). Oksidasi selanjutnya senyawa antara umum yang dihasilkan dari jalur di atas memasuki daur Krebs ( daur asam trikarboksilat ) dan rantai respirasi yang berlangsung dengan fosforilasi oksidatif untuk menghasilkan ATP yang lebih banyak. Proses metabolisme yang berlangsung pada tiap organisme, bergantung kepada aktivitas system enzim yang dimiliki oleh organisme tersebut.
Jalur-jalur EMP, ED, HMP berlangsung dalam keadaan anaerob. Sedangkan proses selanjutnya, yaitu siklus asam trikarboksilat ( TCA atau daur Krebs ) dan rantai respirasi terjadi dalam keadaan aerob.
Glukosa digunakan baik oleh organisme anaerob maupun aerob. pada tahap-tahap awal jalur katabolisme untuk kedua tipe organismeitu mirip satu sama lain. Organisme anaerob memecah glukosa menjadi senyawa yang lebih sederhana yang tidak dapat mengalami metabolisme lebih lanjut tanpa bantuan oksigen. Sedangkan organisme aerob selain memiliki perangkat enzim yang dimiliki oleh organisme anaerob, yang memiliki kemampuan lebih yang dapat memecah senyawa sederhana yaitu menjadi CO2 dan H2O dengan bantuan oksigen. Karena pemecahannya lebih sempurna, maka energy yang dihasilkan pun lebih banyak daripada yang dihasilkan oleh organisme anaerob.

IV.             HASIL PENGAMATAN
A.    Flowchart



 




























B.     Tabel Hasil Pengamatan
No
Bahan
Warna
Bahan + Fehling A dan B
Perubahan Warna
Keterangan
Sebelum di panas
kan
Sesudah di panas
kan
  1.  
Glukosa 1 %
Bening
Biru ke hijau an
Biru kehijauan
Jingga kemerah bataan
Ada endapan
  1.  
Sari buah






  1. Jeruk
Putih ke kuningan
Hijau tosca
Hijau muda
Jingga bening
Ada sedikit endapan

  1. Sirsak
Putih
Hijau tua
Hijau tua
Kuning keruh
Tidak ada endapan

  1. Alpukat
Kuning keruh
Biru keruh
Biru keruh
Jingga pekat
Ada sedikit endapan

  1. Semangka
Merah muda
Biru pekat
Biru pekat
Jingga bening
Ada sedikit endapan

  1. Pepaya
Jingga bening
Hijau tua
Hijau tua
Jingga
Ada endapan

  1. Nanas
Putih keruh
Biru tua
Biru tua
Kuning keruh
Tidak ada endapan

  1. Pisang
Bening keruh
Biru
Hijau
Kuning keruh
Tidak ada endapan

  1. Jambu biji
Putih bening
Biru ke hijauan
Biru ke hijauan
Jingga tua
Ada endapan

  1. Rambutan
Putih keruh
Hijau tosca
Hijau keruh
Kuning keruh
Tidak ada endapan

  1. Bengkoang
Putih bening
Biru tua
Biru tua
Kuning kunyit
Tidak ada endapan


C.     Foto Pengamatan
1.      Larutan sari buah jeruk dan glukosa sebelum ditetesi pereaksi
20160304_101545
Dok pribadi. 2016
2.      Pereaksi (Fehling A dan B)
20160304_103442
Dok pribadi. 2016





3.      Larutan sari buah jeruk dan glukosa setelah ditetesi pereaksi
20160304_103904
Dok pribadi. 2016
4.      Larutan sebelum dipanaskan
20160304_103022
Dok pribadi. 2016.
5.      Larutan sesudah dipanaskan
12821362_675028839306343_3510425141109991404_n
Dok pribadi. 2016
6.      Larutan sari buah jeruk, sirsak, alpukat, semangka, papaya, nanas, pisang, jambu biji, rambutan, dan bengkoang sebelum dipanaskan dalam waterbath
20160304_104352
Dok pribadi. 2016
7.      Larutan sari buah setelah dipanaskan dalam waterbath dan telah diurutkan dari larutan yang paling tertinggi mengandung glukosa sampai terendah
20160304_105811-1
Dok pribadi. 2016

Urutannya yaitu :
  1. Jambu biji
  2. Pepaya
  3. Jeruk
  4. Semangka
  5. Alpukat
  6. Rambutan
  7. Nanas
  8. Sirsak
  9. Pisang
  10. Bengkuwan


V. ANALISIS DATA
            Karbohidrat merupakan sumber energi bagi organisme hidup. Untuk menguji atau mengetahui ada atau tidaknya karbohidrat pada suatu makanan yang ingin di uji kadar kandungan glukosa yang ada pada ekstrak buah-buahan menggunakan  fehling A dan B. Fungsi fehling A dan B pada percobaan untuk menguji atau  mengetahui ada atau tidak kandungan glukosa dalam suatu bahan yang di uji. Dalam percobaan akan ditemukan bermacam-macam warna Urutan warna yang menunjukan kadar glukosa tinggi sampai yang paling rendah adalah merah bata, jingga, kuning dan hijau.
            Pada praktikum dilakukan percobaan terhadap 10 jenis bahan. Bahan tersebut yaitu:  sari buah jeruk, sirsak, Alvukat, semangka pepaya, nanas, pisang, jambu biji, rambutan dan bengkoang. Bahan-bahan tersebut diletakan di gelas kimia. Tabung reaksi pertama di isi 1 ml larutan glukosa dan sepuluh tabung lainnya di isi dengan sari buah sebanyak 1 ml (3 tetes), lalu glukosa dan sari buah dalam tabung  di tetesi fehling A dan fehling B sebanyak 1 ml (3 tetes) setelah itu dihomogenkan, di diamkan sebentar, lalu di panaskan. Pada tiap-tiap  tabung di amati perubahan warna sehingga menghasilkan data sebagai berikut :
1.      Larutan glukosa  1 ml berwarna bening ditambah 1 ml fehling A dan fehling B menjadi warna biru kehijauan, setelah dipanaskan larutan menjadi warna merah bata, pada larutan ini ada endapan.
2.      Larutan sari buah jeruk 1 ml berwarna kekuningan ditambah fehling A dan B menjadi warna biru kehijauan, lalu di homogenkan, sebelum di panasakan berwarna hijau muda. Setelah di panaskan larutan berubah warna menjadi jingga bening, pada lalutan ini ada sedikit endapan.
3.      Larutan sari buah sirsak 1 ml berwarna putih ditambah fehling A dan B berubah warna menjadi hijau tua, di homogenkan sebelum di panasakan berwarna hijau tua. Setelah di panaskan larutan berubah warna menjadi kuning keruh, dan tidak ada endapan.
4.      Larutan sari buah Alpukat 1 ml berwarna keruh ditambah fehling A dan B berubah warna menjadi biru keruh, di homogenkan sebelum di panasakan berwarna tetap biru keruh. Setelah di panaskan larutan berubah warna menjadi jingga pekat, dan ada sedikit endapan.
5.      Larutan sari buah semangka 1 ml berwarna merah muda ditambah fehling A dan B berubah warna menjadi biru pekat, setelah homogenkan, sebelum di panasakan berwarna tetap biru pekat. Setelah di panaskan larutan berubah warna menjadi jingga bening, dan ada sedikit endapan.
6.      Larutan sari buah pepaya 1 ml berwarna jingga bening ditambah fehling A dan B berubah warna menjadi hijau tua, setelah homogenkan, sebelum di panasakan berwarna biru tua. Setelah di panaskan larutan berubah warna menjadi jingga, dan ada endapan.
7.      Larutan sari buah nanas 1 ml berwarna putih keruh ditambah fehling A dan B berubah warna menjadi biru tua, setelah homogenkan, sebelum di panasakan berwarna tetap biru tua. Setelah di panaskan larutan berubah warna menjadi kuning keruh, dan tidak ada endapan.
8.      Larutan sari buah pisang 1 ml berwarna bening keruh ditambah fehling A dan B berubah warna menjadi biru, setelah homogenkan, sebelum di panasakan berwarna tetap hijau. Setelah di panaskan terjadi perubahan warna menjadi kuning keruh, dan tidak ada endapan.
9.      Larutan sari buah jambu biji 1 ml berwarna putih ditambah fehling A dan B berubah warna menjadi biru kehijauan, setelah homogenkan, sebelum di panasakan berwarna tetap biru kehijauan. Setelah di panaskan terjadi perubahan warna menjadi jingga tua, dan ada endapan.
10. Larutan sari buah rambutan 1 ml berwarna putih keruh, ditambah fehling A dan B berubah warna menjadi biru kehijauan, setelah homogenkan, sebelum di panasakan berwarna hijau keruh. Setelah di panaskan terjadi perubahan warna menjadi kuning keruh, dan tidak ada endapan.
11. Larutan sari buah bengkoang 1 ml berwarna putih bening, ditambah fehling A dan B berubah warna menjadi biru tua, setelah homogenkan, sebelum di panasakan berwarna biru tua. Setelah di panaskan terjadi perubahan warna menjadi kuning kunyit, dan tidak ada endapan.
Berdasarkan data hasil pengamatan dapat dilihat warna yang dihasilkan membuktikan kalau ekstrak buah tersebut mengandung glukosa. Pemanasan sari buah berfungsi untuk mengondisikan keadaan sebenarnya dalam tubuh manusia didalam proses metabolisme.
a.      Analisis kandungan karbohidrat pada glukosa
Pada percobaan larutan glukosa ditetesi fehling A dan B sebanyak 3 tets, dihomogenkan dan terjadi perubahan warna menjadi biru kehijauan, kemudian dipanaskan selama 5 menit dan di dinginkan terjadi perubahan warna kembali menjadi merah bata.
b.      Analisis kandungan glukosa pada ekstrak  buah
Pada percobaan dengan larutan ekstarak buah, setelah di tetesi 3 tetes fehling A dan B terjadi perubahan warna. Kemudian dipanaskan selama 5 menit dan dan di dinginkan terjadi perubahan warna kembali.
Setelah di amati tingkat warna yang di hasilkan dari masing-masing sari buah berbeda-beda dan dapat di ketahui bahwa larutan glukosa memiliki kadar glukosa yang tinggi.




VI. KESIMPULAN
1.      Kandungan karbohidrat dapat di ketahui dengan melihat warna larutan. Warna yang karbohidratnya paling tinggi adalaha merah bata dan yang paling rendah adalah hijau.
2.      Dalam suartu makanan atau bahan yang mempunyai karbojidrat berbeda-beda.
3.      Larutan fehling A dan B di gunakan sebagai indikator untuk mengetahui kandungan karbohidrat dan glukosa pada suatu bahan makanan.
4.      Menurut pengamatan kandungan glukosa yang paling tinggi terdapat pada glukosa dan paling rendah pada bengkoang
5.      Menurut pengamatan urutan glukosa pada sari buah dari yang tertinggi ke rendah adalah: jambu biji, pepaya, jeruk, semangka, alpukat, rambutan, nanas, sirsak, pisang dan bengkoang.

VII. DAFTAR PUSTAKA
Noorhidayati dan Hardiansyah. 2016. Penuntun praktikum biokimia.
Banjarmasin : PMIPA FKIP UNLAM.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar