Minggu, 12 Juni 2016

Praktikum I (Daun tunggal dan bagian-bagiannya) Morfologi tumbuhan



PRAKTIKUM I
Topik                   : Daun tunggal dan bagian-bagiannya
Tujuan                 : Mengenal bagian-bagian daun dan ciri-ciri daun tunggal
Hari/Tanggal        : Kamis,  3 Maret 2016
Tempat                : Laboratorium Biologi PMIPA FKIP UNLAM Banjarmasin.
 

I.          ALAT DAN BAHAN
A.    Alat
1.      Baki/nampan
2.      Alat Tulis
3.      Kamera
B.     Bahan
1.      Daun bambu (Bambusa sp.)
2.      Daun tebu (Saccharum officinarum L.)
3.      Daun pisang (Musa paradisiacal L.)
4.      Daun jarak (Ricinus communis L.)
5.      Daun widelia (Widelia sp.)
6.      Daun keladi (Colocasia sp. )
7.      Daun Mangga (Mangifera indica L.)

 II.     CARA KERJA
1.      Mengamati bagian-bagian daun: tangkai (petiolus), pelepah (vagina), helaian (lamina), lidah-lidah (ligula).
2.      Mengamati bangun daun: lanset, bulat telur, bulat telur terbalik, perisai, pita, garis, dsb.
3.      Mengamati ujung daun: runcing, meruncing, tumpul, membulat, rompang/rata, terbelah, berduri.
4.      Mengamati pangkal daun: runcing, meruncing, tumpul, membulat, rompang/rata, berlekuk.
5.      Mengamati tepi daun: rata, bergigi, bergerigi, bergerigi ganda, beringgit, berombak, berlekuk, bercangap, berbagi.
6.      Mengamati daging daun: tipis seperti selaput, tipis lunak seperti kertas, seperti perkamen, seperti kulit, berdaging.
7.      Mengamati pertulangan daun: menyirip, menjari, melengkung, sejajar.
8.      Mengamati permukaan atas dan bawah daun: gundul, licin (mengkilap, suram, berselaput lilin), kasap, berkerut, berbinggul-binggul, berbulu (jarang, halus dan rapat, kasar).
9.      Mengamati warna daun permukaan atas dan bawah
10.  Menggambar hasil pengamatan.

 III.   TEORI DASAR
Daun merupakan bagian tumbuhan yang penting dan umumnya tiap tumbuhan mempunyai sejumlah besar daun. Alat ini hanya terdapat pada batangtempat duduknya atau melekatnya daun dinamakan buku-buku (nodus) batang dan tempat di atas yang merupakan sudut antara batang dan daun dinamakan ketiak daun (axilla). Daun biasanya tipis melebar, kaya akan senyawa zat hijau yang dinamakan klorofil. Daun berfungsi sebagai alat yang berfungsi untuk :
1.      Pengambilan zat-zat makanan (resorbsi)
2.      Pengolahan zat-zat makanan (asimilasi)
3.      Penguapan (transpirasi)
4.      Pernapasan (respirasi)
A.    Bagian-bagian daun
Daun lengkap mempunyai 3 bagian, yaitu :
1.      Upih daun atau pelepah daun (vagina)
2.      Tangkai daun (petiolus)
3.      Helaian daun (lamina)

B.     Bangun/ Bentuk Daun (Circumscriptio)
Berdasarkan letak bagian daun yang terlebar maka daun dibedakan empat golongan, yaitu :
1)   Bagian yang terlebar kira-kira ditengah-tengah helaian daun
Tumbuhan yang memiliki daun yang bagian terlebarnya terletak ditengah-tengah helaian daun kemungkinan bangun daunnya adalah bulat/bundar (orbcularis), bangun perisai (peltatus), jorong (ovalis atau ellipticus, memanjang (oblongus) dan bangun lanset (lanceolatus).
2)   Bagian yang terlebar dibawah tengah-tengah helaian daun
Daun-daun yang memiliki bagian yang terlebar dibawah tengah-tengah helaian daunnya dibedakan dalam 2 golongan, yaitu :
a.       Pangkal daunnya tidak bertoreh. Dalam golongan ini didapati bentuk-bentuk daun seperti bangun bulat telur (ovatus), bangun segitiga (triangularis), bangun delta (deltoideus), dan bangun belah ketupat (rhomboideus).
b.      Pangkal daun bertoreh atau berlekuk. Dalam golongan ini termasuk bentuk-bentuk daun seperti bangun jantung (cordatus), bangun ginjal atau kerinjal (reniformis), bangun anak panah (sagitattus), bangun tombak (hastatus), dan bangun bertelinga (auriculatus).
3)   Bagian yang terlebar terdapat diatas tengah-tengah helaian daun
Daun dengan bagian terlabar terdapat ditengah-tengah helaian daun kemungkinan bangun daunnya adalah bulat telur sungsang (abovatus), bangun jantung sungsang (obcordatus), bangun segitiga terbalik atau bangun pasak (cuneatus) dan bangun sudip atau spatel atau solet (spathulatus).
4)   Tidak ada bagian yang terlebar atau dari pangkal ke ujung dapat dikatakan sama lebarnya
Dalam golongan ini termasuk dalam daun-daun tumbuhan yang biasanya sempit, atau lebarnya jauh berbeda jika dibandingkan dengan panjang daunnya.
Pada umumnya bentuk daun yang dari pangkal ke ujung  sama lebarnya adalah bangun garis (linearis), bangun pita (ligulatus), bangun pedang (ensiformis), bangun paku atau dabus (subulatus) dan bangun jarum (acerosus).
C.    Ujung Daun (Apex folli) dan Pangkal Daun (Basis folli)
Ujung daun dan pangkal daun dapat memperlihatkan bentuk yang beraneka rupa. Ada tujuh bentuk daun yang kita jumpai yaitu runcing (acutus), meruncing (acuminatus), tumpul (obtusus), membulat (rotundatus), rumpang (truncates), terbelah (retusus) dan berduri (mucronatus).
D.    Susunan Tulang Daun (Nervatio atau Nevatio )
Tulang-tulang daun adalah bagian daun yang berfungsi untuk memberi kekuatan pada daun atau sebagai penguat dan jalan untuk pengangkutan zat-zat. Menurut besar kecilnya tulang-tulang daun dibedakan dalam tiga macam, yaitu ibu tulang daun (costa), tulang-tulang cabang (nervus lateralis), dan urat-urat daun (vena). Berdasarkan arah tulang-tulang cabang yang besar pada helaian daun dapat dibedakan beberapa macam susunan tulangnya dapat dibedakan atas empat golongan, yaitu daun-daun yang bertulang menyirip (penninervis), bertulang menjari (palminervis) dan bertulang sejajar (rectinervis).
E.     Tepi Daun (Margo filli)
Secara garis besar tepi daun dapat dibedakan dalam dua macam, yaitu rata (integer) dan bertoreh (divisus). Toreh-toreh pada tepi daun sangat beraneka ragam sifatnya. Biasanya toreh-toreh pada tepi daun dibedakan dalam dua golongan, yaitu:
1.            Tepi daun dengan toreh merdeka
Tepi daun dengan toreh yang merdeka banyak ragamnya, yang sering dijumpai adalah tepi dan bergerigi (serratus), bergerigi ganda (biserratus), bergigi (dentatus), beringgit (crenatus) dan berombak (repandus).

2.            Tepi daun dengan toreh-toreh yang mempengaruhi bentuknya.
Berdasarkan dalamnya toreh- toreh pada tepi daun dibedakan menjadi tiga macam, yaitu (lobatus), bercangap (fissus) dan berbagi (partisus).
F.     Daging Daun (Invertinum)
Daging daun (invertinum) adalah bagian daun yang terdapat diantara tulang-tulang daun dan urat-urat daun. Dibagian ini zat-zat yang diambil dari luar tubuh menjadi zat-zat yang sesuai dengan keperluan kehidupan tumbuhan. Tebal tipisnya helaian daun tergantung tebal tipisnya daging daunnya. Oleh karena itu daging daun dapat bersifat seperti selaput (membranceus), seperti kertas (papyraceus) atau (chartaceus), seperti perkamen (perkamenteus), seperti kulit belulang (coriaceus), dan berdaging (carnoss).
G.    Warna Daun
Secara umum kita ketahui bahwa daun berwarna hijau, namun tidak jarang kita jumpai daun yang warnanya tidak hijau. Selain itu warna hijau pada daun dapat memperlihatkan banyak variasi atau nuansa, misalnya merah, hijau bercampur atau tertutup warna merah, atau hijau kekuningan.
H.    Permukaan Daun
Pada umumnya warna daun pada sisi atas dan bawah berbeda, biasanya sis atas lebih hijau, licin atau mengkilat dibandingakan dengan sisi bawah. Kadang-kadang pada permukaan daun terdapat alat-alat tambahan yang berupa sisik, rambut, duri, dan lain-lain. Oleh karena itu, orang membedakan permukaan daun ada yang licin (lavies), gundul (glaber), kasap (scaber), berkerut (rugosus), berbingkul-bingkul (bullatus), berbulu (pilosus), berbulu halus dan rapat (villosus), berbulu kasar (hispidus) dan bersisik (lepidus)
IV.  HASIL PENGAMATAN
A.   Tabel Pengamatan
No
Nama
tumbuhan
Bangun daun
Ujung daun
Pangkal daun
Tepi daun
Daging daun
Permukaan atas dan bawah daun
Warna daun
Atas
Bawah
1
Daun bambu
Bangun
lanset
Runci-ng
membulat
Rata

Sepertiperka-men
Berbu-lu
Licin
Hijau tua
2
Daun tebu
Bangun pita
Runci-ng
Membulat
Rata

Seperti perka-men

Berbu-lu
kasar
Berbu-lu
Kasar
Hijau
3
Daun pisang
Jorong
Membu-lat
Tumpul
Rata
Seperti kertas
Licin
Bersela-put lilin

Hijau
4
Daun jarak
Bangun bulat
Merun-cing
Membulat
Bergerigi
Tipis lunak
Licin
Berbingkul-bingkul
Hijau kemera-han
5
Daun widelia
Bulat
Runci-ng
Tumpul
Bergerigi ganda
Tipis lunak
Berbu-lu

Berbingkul-bingkul
Hijau
6
Daun keladi
Bangun Perisai
Runci-ng
Membu-lat
Berom-bak
Tipis lunak
Kasap
Bersela-put lilin

Hijau tua
7
Daun mangga
Bangun lanset
Merun-cing
Tumpul
Rata
Perka-men
Licin
Licin
Hijau tua
B.  Gambar Hasil Pengamatan
1.Daun bambu (Bambusa sp.)
Gambar pengamatan
Rounded Rectangle: Keterangan:
1.  Ujung daun
2.  Tepi daun
3.  Helaian daun
4.  Tulang daun
                                                           






                   Foto pengamatan
Rounded Rectangle: Keterangan:
1.  Ujung daun
2.  Tepi daun
3.  Helaian daun
4.  Tulang daun
 

                                                                                   




                   (Sumber : dok  pribadi. 2016)
Rounded Rectangle: Keterangan:
1.  Ujung daun
2.  Tepi daun
3.  Helaian daun
4.  Tulang daun
Foto literatur






(Sumber: Anonim a. 2016)
2.      Daun tebu (Saccharum officinarum L.)
Gambar pengamatan
Rounded Rectangle: Keterangan:
1.  Ujung daun
2.  Tepi daun
3.  Helaian daun
4.  Tulang daun
                                                           






                   Foto pengamatan
Rounded Rectangle: Keterangan:
1.  Ujung daun
2.  Tepi daun
3.  Helaian daun
4.  Tulang daun
 

                                                                                   




                   (Sumber : dok  pribadi. 2016)
Rounded Rectangle: Keterangan:
1.  Ujung daun
2.  Tepi daun
3.  Helaian daun
4.  Tulang daun
Foto literatur






(Sumber: Anonim b. 2016)

3.      Daun pisang (Musa paradisiacal L.)
Gambar pengamatan
Rounded Rectangle: Keterangan:
1.  Ujung daun
2.  Tepi daun
3.  Helaian daun
4.  Tulang daun
                                                           






                   Foto pengamatan
Rounded Rectangle: Keterangan:
1.  Ujung daun
2.  Tepi daun
3.  Helaian daun
4.  Tulang daun
 

                                                                                   




                   (Sumber : dok  pribadi. 2016)
Rounded Rectangle: Keterangan:
1.  Ujung daun
2.  Tepi daun
3.  Helaian daun
4.  Tulang daun
Foto literatur






(Sumber: Anonim c. 2016)

4.      Daun jarak (Ricinus communis L.)
Gambar pengamatan
Rounded Rectangle: Keterangan:
1.  Ujung daun
2.  Tepi daun
3.  Helaian daun
4.  Tulang daun
                                                           






                   Foto pengamatan
Rounded Rectangle: Keterangan:
1.  Ujung daun
2.  Tepi daun
3.  Helaian daun
4.  Tulang daun
 

                                                                                   




                   (Sumber : dok  pribadi. 2016)
Rounded Rectangle: Keterangan:
1.  Ujung daun
2.  Tepi daun
3.  Helaian daun
4.  Tulang daun
Foto literatur






(Sumber: Anonim d. 2016)

5.      Daun widelia (Widelia sp.)
Gambar pengamatan
Rounded Rectangle: Keterangan:
1.  Ujung daun
2.  Tepi daun
3.  Helaian daun
4.  Tulang daun
                                                           






                   Foto pengamatan
Rounded Rectangle: Keterangan:
1.  Ujung daun
2.  Tepi daun
3.  Helaian daun
4.  Tulang daun
 

                                                                                   




                   (Sumber : dok  pribadi. 2016)
Rounded Rectangle: Keterangan:
1.  Ujung daun
2.  Tepi daun
3.  Helaian daun
4.  Tulang daun
Foto literatur






(Sumber: Anonim e. 2016)

6.      Daun keladi (Colocasia sp. )
Gambar pengamatan
Rounded Rectangle: Keterangan:
1.  Ujung daun
2.  Tepi daun
3.  Helaian daun
4.  Tulang daun
                                                           






                   Foto pengamatan
Rounded Rectangle: Keterangan:
1.  Ujung daun
2.  Tepi daun
3.  Helaian daun
4.  Tulang daun
 

                                                                                   




                   (Sumber : dok  pribadi. 2016)
Rounded Rectangle: Keterangan:
1.  Ujung daun
2.  Tepi daun
3.  Helaian daun
4.  Tulang daun
Foto literatur






(Sumber: Anonim f. 2016)

7.      Daun Mangga (Mangifera indica L.)
Gambar pengamatan
Rounded Rectangle: Keterangan:
1.  Ujung daun
2.  Tepi daun
3.  Helaian daun
4.  Tulang daun
                                                           






                   Foto pengamatan
Rounded Rectangle: Keterangan:
1.  Ujung daun
2.  Tepi daun
3.  Helaian daun
4.  Tulang daun
 

                                                                                   




                   (Sumber : dok  pribadi. 2016)
Rounded Rectangle: Keterangan:
1.  Ujung daun
2.  Tepi daun
3.  Helaian daun
4.  Tulang daun
Foto literatur






(Sumber: Anonim g. 2016)

 IV.            ANALISIS DATA
1.      Daun bambu (Bambusa sp.)
Klasifikasi daun bambu:
            Kingdom         : Plantae
            Divisio             : Magnolophyta
            Classis             : Liliopsida
            Sub classis       : Commelinidae
            Ordo                : Cyperales
            Familia            : Poaceae
            Genus             : Bambusa
            Species            : Bambusa sp.
                              (Sumber : C. C. G. J. Van Steenis. 2003) 
Berdasarkan hasil pengamatan diketahui bahwa daun Bambusa sp. mempunyai bangun daun lanset. Ujung daunnya meruncing (acuminatus) dengan pangkal daun bangun tumpul dan tepi daunnya rata (integer). Daging daunnya seperti kertas. Jika diraba permukaan atas dan bawan terasa berbulu. Daunnya berwarna hijau tua diatas dan hijau muda dibawah.
            Pada praktikum kali ini diketahui bahwa daun bambu (Bambusa sp.) adalah daun tunggal yang memiliki daun lengkap. Hal itu dikarenakan daun bambu (Bambusa sp.) memiliki pelepah/upih daun (vagina), tangkai daun (petiolus), dan helaian daun (lamina).Dalam hal dijelaskan oleh Gembong Tjitrosoepomo dalam bukunya Morfologi Tumbuhan (1985:32), bahwa tumbuhan bambu memiliki ujung daun runcing (acutus), kedua tepi daun di kanan dan kiri ibu tulang sedikit demi sedikit ke atas dan pertemuannya pada puncak daun membentuk suatu sudut lancip (lebih kecil dari 90°).   Pangkal daun yang membulat, tepi daun yang rata (integer), daging daun yang perkamen, permukaan bagian atas yang licin suram dan pada bagian bawah yang kasap, serta warna daun yang hijau tua. Dari arah tulang-tulang cabang yang besar pada helaian daun, termasuk ke dalam daun-daun yang bertulang sejajar atau lurus karena ibu tulang daunnya yang besar membujur ke tengah, sedang tulang-tulang lainnya jelas lebih kecil dan membujur sejajar ibu tulang daun.

2.      Daun tebu (Saccharum officinarum L.)
Klasifikasi daun tebu :
            Kingdom         : Plantae
             Divisio            : Magnoliophyta
            Classis             : Liliopsida
            Ordo               : Poales
            Familia            : Poaceae
            Genus             : Saccharum
            Spesies            : Saccharum officinarum L.
      (Sumber : C. C. G. J. Van Steenis. 2003) 
Berdasarkan hasil pengamatan saya diketahui bahwa daun Saccharum officinarum L. mempunyai bangun pita. Ujung daunnya runcing dengan pangkal daun yang tumpul  dan tepi daunnya rata. Daging daunnya seperti kertas. Jika diraba permukaan atas dan bawahnya berbulu kasar. Daunnya berwarna hijau muda.
            Daun tebu (Saccharum officinarum L.) mempunyai daun pita (ligulatus) karena penampang melintangnya pipih dan daunnya yang lebih panjang dari bangun pita, bentuk daun yang runcing, pangkal daun yang rompang/rata (truncatus), tepi daun yang rata, daging daun yang perkamen, permukaan atas daun yang licin suram dan permukaan bawah yang kasap, serta berwaran hijau. Daun tunggal ini bukanlah daun yang lengkap karena hanya memiliki helaian daun (lamina) dan pelepah daun (vagina). Pertulangan daun yang dimiliki tebu adalah sejajar, seperti yang telah dijelaskan oleh Gembong Tjitrosoepomo dalam bukunya Morfologi Tumbuhan (1985:40), daun-daun yang bertulang sejajar atau bertulang lurus (rectinervis), biasanya terdapat pada daun-daun bangun garis atau bangun pita, yang mempunyai satu tulang di tengah yang besar dan membujur daun, sedang tulang-tulang lainnya jelas lebih kecil dan nampaknya semua mempunyai arah yang sejajar dengan ibu tulangannya tadi, oleh sebab itu disebut pula bertulang sejajar.
            Daun tebu merupakan daun tidak lengkap, karena hanya terdiri dari pelepah dan helain daun, tanpa tangkai daun. Daun berpangkal pada buku batang dengan kedudukan yang berseling. Pelepah memeluk batang, makin ke atas makin sempit. Pada pelepah terdapat bulu-bulu dan telinga daun. Pertulangan daunnya sejajar. Helaian daun berbentuk garis sepanjang 1 sampai 2 meter dan melebar 4 sampai 7 cm dengan ujung runcing, bagian tepi rata.
            Terdapat perbedaan pada pengamatan saya dengan literatur yang tertulis diatas. Dikatakan di sana bahwa permukaan atas daun yang licin suram dan permukaan bawah  yang kasap , menurut saya pada permukaan atas dan bawah daun tebu itu sama-sama berbulu kasar karena saat daun kita raba (di pegang) maka terdapat bulu-bulu yang terasa kasar sehingga saya simpulkan permukaan atas dan bawah daun tebu berbulu kasar. Dan hasil pengamatan saya pangkal daun tumpul juga daging daun seperti kertas itu berbeda dengan literatur diatas.

3.      Daun pisang (Musa paradisiaca L.)
            Klasifikasi daun pisang :
            Kingdom         : Plantae
            Divisio             : Magnoliophyta
            Classis             : Liliopsida
            Ordo                : Zigeberales
            Familia            : Musaceae
            Genus             : Musa
            Spesies            : Musa paradisiaca L.
(Sumber : C. C. G. J. Van Steenis. 2003)
Berdasarkan hasil pengamatan diketahui bahwa daun Musa paradisiaca L. mempunyai bangun jorong. Ujung daunnya tumpul dengan pangkal daun membulat dan tepi daunnya rata.  Daging daunnya seperti kertas. Jika diraba permukaan atas licin dan bawahnya berselaput lilin. Daunnya berwarna atas hijau tua bawah hijau muda.
            Menurut Gembong Tjitrosoepomo dalam bukunya Morfologi tumbuhan (1985:47), tebal atau tipisnya helaian daun, pada hakikatnya juga bergantung pada tebal tipisnya daging daun, bertalian dengan sifat ini dibedakan daun yang salah satunya seperti kertas (papyraceus atau chartaceus), tipis tetapi cukup tegar, misalnya daun pisang (Musa paradisiacal L.). Selain itu, menurut Gembong Tjitrosoepomo dibukunya Morfologi Tumbuhan (1985:11), daun lengkap dapat kita jumpai pada beberapa macam tumbuhan misalnya: pohon pisang (Musa paradisiacal L.) pohon pinang (Areca catechu L.) bambu (Bambusa sp.) dll.

4.      Daun jarak pagar (Jatropha curcas L.)
Klasifikasi daun jarak:
Kingdom         : Plantae
Divisio             : Magnoliophyta
Classis             : Magnoliopsida
Ordo                : Euphorbiales
Familia            : Euphorbiaceae
Genus             : Ricinus
Spesies           : Ricinus communis L.
(Sumber : C. C. G. J. Van Steenis. 2003) 
Berdasarkan hasil pengamatan daun jarak pagar (Jatropha curcas L.) adalah daun tunggal yang tergolong daun tidak lengkap, karena pada bagian daunnya hanya memiliki tangkai daun (petiolus) dan helaian daun (lamila), tidak terdapat pelepah/upih daun (vagina). Daun ini mempunyai bangun bulat, ujung daun yang meruncing, pangkal daun yang berlekuk, tepi daun berlekuk menjari, daging daun yang seperti perkamen, permukaan atas yang licin dan bawah yang berbulu kasar, serta berwarna atas hijau tua bawah hijau muda. Daun jarak memiliki bagian-bagian daun seperti tangkai daun (petiolus)dan helaian daun (lamina).
Menurut Gembong Tjitrosoepomo dalam bukunya Morfologi Tumbuhan (1985:40), daun-daun yang bertulang menjari (palminervis), yaitu kalau dari ujung tangkai daun keluar beberapa tulang yang memencar, memperlihatkan susunan seperti jari-jari pada tangan. Jumlah tulang ini lazimnya gasal, yang di tengah yang paling besar dan paling panjang, sedang ke samping semakin pendek. Daun dengan susunan tulang demikian pun umumnya hanya terdapat pada tumbuhan berbiji terbelah (Dicolyledoneae), misalnya pada papaya (Carica papaya L.), jarak (Ricinus communis L.), kapas (Gossypium sp.), dll.
Daun jarak memiliki bagian-bagian daun seperti tangkai daun (petiolus)dan helaian daun (lamina). Daun ini berbentuk bulat dengan ujung daun yang meruncing. Untuk pangkal daunnya berlekuk. tepi daunnya dapat bertemu dengan tepi daun yang  bergerigi. Pertulangan daunnya menjari (palmineris), yaitu dari pangkal daunnya keluar beberapa tulang yang memencar  dan  tersusun seperti jari tangan. Jumlahnya gasal, yang di tengah paling besar dan panjang, sedang makin ke samping semakin pendek. Tepi daun bergerigi ganda. Untuk daging daun seperti perkamen dan pada permukaan atas daun licin sedangkan bawahnya berbulu kasar.Warna daun jarak adalah hijau.
Perbedaan pengamatan dengan literatur adalah pada tepi daun menurut saya lebih tepat dikatakan bergerigi saja tidak semua angulusnya besar  dan tepinya bergerigi lagi lebih banyak yang kecil.

5.      Daun widelia (Widelia sp.)
Klasifikasi daun widelia:
Kingdom              : Plantae
Divisio                  : Magnoliophyta
Classis                  : Magnoliopsida
Sub classis            : Asteridae
Ordo                     : Asteriales
Familia                 : Asteriaceae
Genus                   : Widelia
Spesies                 : Widelia sp.
        (Sumber : C. C. G. J. Van Steenis. 2003) 
Berdasarkan hasil pengamatn daun widelia (Widelia sp.) mempunyai bangun jorong, ujung daun yang meruncing, pangkal daun yang meruncing, tepi daun yang bergerigi, daging daun yang seperti kertas, permukaan daun atas dabn bawah berbulu kasar, serta warna daun yang hijau. Memiliiki susunan tulang daun yang bertulang menyirip (penninervis). Daun ini dikatakan tidak lengkap karena dia hanya memiliki bagian-bagian daun terkecuali upih daun atau pelepah daun (vagina), daun widelia memiliki tangkai daun (petiolus) dan helaian daun (lamila).
Menurut http://www.scribd.com/(2015) dengan judul Prak-1-Mortum, daun widelia merupakan daun tunggal yang terdiri dari bagian berupa tangkai daun (petiolus) dan helaian daun (lamina). Bentuk daunnya bulat dengan ujung daun yang runcing.Pada pangkal daunnya meruncing dan tepi daun bergerigi. Pertulangan daunnya menjari, dan daunnya tipis lunak. Permukaan atas dan bawah daun berbulu. Warna daunnya pada bagian atas hijau agak tua sedangkan bagian bawahnya hijau lebih muda.
Perbedaan pengamatan pada daun widelia adalah bagun daun menurut saya bangun daunnya  jorong.

6.      Daun keladi (Colacasia sp.)
Kingdom  : Plantae
Divisio                  : Magnoliophyta
Classis                  : Magnoliopsida
Sub classis            : Aracidae
Ordo                     : Arales
Familia                 : Araceae
Genus                   : Colocasia
Spesies                 : Colocasia sp.
(Sumber : C. C. G. J. Van Steenis. 2003) 
Berdasarkan hasil pengmatan daun keladi (Colacaia sp.) merupakan daun lengkap karena terdiri atas helaian daun, tangkai daun, dan upih/pelapah daun. Helaian daun keladi sendiri memiliki bangun daun perisai (peltatus), ujung daun yang tumpul, pangkal daun yang berlekuk, tepi daun yang rata, daging daun yang tipis lunak, permukaan atas dan bawah licin berselaput lilin, serta warna daun yang hijau.
Daun keladi memiliki bagian-bagian daun yang lengkap karena memiliki pelepah daun (vagina), tangkai daun (petiolus), dan helaian daun (lamina). Daun seperti bangun perisai dengan ujung daun yang tumpul. Untuk pangkal daunnya bulat sehingga tepi daun dapat bertemu. Bentuk tepi daun dari daun keladi ini berombak (berlekuk) dengan daging daun tipis lunak. Permukaan daun bagian atasnya licin mengkilap sedangkan bagian bawahnya licin. Warna daunnya hijau (Steenis,1981).
Perbedaan pengamatan saya adalah ada pada tepi daun, menurut saya tepidaun keladi adalh rata

7.      Daun mangga (Mangifera indica L.)
Kingdom  : Plantae
Subkingdom         : Tracheobionta
Super Divisi         : Spermatophyta
Divisi                    : Magnoliphyta
Classis                  : Magnoliopsida
Subkelas               : Rosidae
Ordo                     : Sapindales
Famili                   : Anacardiaceae
Genus                   : Mangifera
Species                 : Mangifera indica L.
(Gembong Tjitrosoepomo: 2010)
Berdasarkan hasil pengamatan daun mangga (Mangifera indica L.) mempunyai bangun daun memanjang, ujung daun yang meruncing, pangkal daun yang tumpul, tepi daun yang rata, daging daun seperti perkamen, permukaan atas daun licin mengkilat dan bawah licin, serta berwarna hijau tua.
Daun ini bertulang menyirip. Daun mangga adalah daun yang tidak lengkap karena tidak memiliki pelepah/upih daun (vagina).
Menurut Gembong Tjitrosoepomo dalam bukunya Morfologi Tumbuhan (1985:11), mengenai susunan tulang daun yang tidak lengkap ada beberapa kemungkinan salah satunya hanya terdiri atas tangkai dan helaian saja: lazimnya lalu disebut daun bertangkai.
 Susunan daun yang demikian itulah yang paling banyak kita temukan. Sebagian besar tumbuhan mempunyai daun yang demikian tadi, misalnya: nangka (Artocarpus integra Merr.) mangga (Mangifera indeca L.).
Menurut Gembong Tjitrosoepomo dalam bukunya Morfologi Tumbuhan (1985:11), daun-daun yang bertulang menyirip (penninervis). Daun ini mempunyai satu ibu tulang yang berjalan dari pangkal ke ujung, dan merupakan terusan tangkai daun. Dari ibu tulang ini ke samping keluar tulang-tulang cabang, sehingga susunannya mengingatkan kita kepada susunan sirip-sirip pada ikan, oleh sebab itu dinamankan bertulang menyirip. Daun dengan susunan yang demikian ini umum kita dapati pada tumbuhan biji belah (Dicotyledoneae), misalnya daun mangga (Mangifera indica L.).
Menurut http://www.scribd.com/(2015) dengan judul Prak-1-Mortum, daun mangga memiliki bagian-bagian yang hanya terdiri dari tangkai daun (petiolus) dan helaian daun (lamina) saja sehingga disebut daun tak lengkap. Daun mangga berbetuk lanset dengan ujung daun dan pangkal daun yang runcing. Tepi Daun ini rata dengan pertulangan daun yang menyirip. Daging daunnya seperti perkamen, sedangkan permukaan atas daun licin mengkilap dan bawahnya licin.Daun mangga berwarna hijau.



VI.             KESIMPULAN
1.      Daun bambu merupakan daun lengkap karena terdiri atas upih, tangkai, dan helaian. Daun bambu memiliki ciri bentuk daun lanset, ujung daun meryncing, pangkal daun tumpul, tepi daun rata, daging daun seperti perkamen, permukaan atas dan bawah berbulu, dan warna daunnya atas hijau tua bawah hijau muda .
2.      Daun tebu merupakan daun tidak lengkap karena hanya terdiri atas helaian dan pelepah saja. Daun tebu memiliki ciri bentuk daun pita, ujung daun runcing, pangkal daun tumpul, tepi daun rata, daging daun seperti kertas, permukaan atas dan bawah daun berbulu, dan warna daunnya hijau.
3.      Daun pisang merupakan daun lengkap karena terdiri atas upih, tangkai, dan helaian. Daun pisang memiliki ciri bentuk daun jorong, ujung daun tumpul, pangkal daun membulat, tepi daun rata, daging daun seperti kertas, permukaan atas licin dan bawahnyaberselaput lilin,  dan warna daunnya atas hijau tua bawah hijau muda
4.      Daun jarak merupakan daun tidak lengkap karena hanya terdiri atas tangkai dan helaian saja. Daun jarak memiliki ciri bentuk daun bangun bulat, ujung daun meruncing, pangkal daun berlekuk, tepi daun berlekuk menjari, daging daun seperti perkamen, permukaan atas licin dan bawah berbulu kasar, dan warna daunnya atas hijau tua bawah hijau muda .
5.      Daun widelia merupakan daun tidak lengkap karena hanya terdiri atas tangkai dan helaian saja. Daun widelia memiliki ciri bentuk daun prisai, ujung daun tumpul, pangkal daun berlekuk, tepi daun rata, daging daun tipis lunak, permukaan atas  dan bawah daun ,berbulu kasar dan warna daunnya atas hijau tua bawah hijau muda
6.      Daun keladi merupakan daun lengkap karena terdiri atas upih, tangkai, dan helaian. Daun keladi memiliki ciri bentuk daun bangun perisai, ujung daun tumpul, pangkal daun berlekuk, tepi daun rata, daging daun tipis lunak, permukaan atas dan bawah licin berselaput lilin, dan warna daunnya atas hijau tua bawah hijau muda.
7.      Daun mangga merupakan daun tidak lengkap karena hanya terdiri atas tangkai dan helaian saja. Daun mangga memiliki ciri bentuk daun memenjang, ujung daun meruncing, pangkal daun tumpul, tepi daun rata, daging daun seperti perkamen, permukaan atas licin mengkilat dan bawah daunnya licin, dan warna daunnya atas hijau tua bawah hijau muda.

























VII.          DAFTAR PUSTAKA

   Anonim a. 2016. .Bambusa sp 'Richard      Waldron'.
http://bambooweb.info(online). Diakses pada 8 maret 2016

  Anonim b. 2016. Tebu. http://www.google.com/imagresimgur l.
Diakses 8         maret 2016.

 Anonim c. 2016. Khasiat Daun Pisang.
http://malioboro77.wordpress.com. Diakses pada 8 maret 2016

Diakses pada8 maret 2016

             Anonim e. 2016. Wedelia Texana. http://www.sbs.utexas.edu (online).
 Diakses pada 8 maret 2016.

             Anonim f. 2016. Kalis Bagai Anyer di Daun Keladi. http://bidalmelayu.
wordpress.com(online). Diakses  pada8 maret 2016

 Anonim g. 2016.Berkenalan Dengan Pohon Bintaro.          
            http://suriani.co.cc(online). Diakses pada 8 maret 2016.

Amintarti, Sri.  2016 . Penuntun Praktikum Morfologi Tumbuhan.
Banjarmasin: PMIPA FKIP UNLAM.

Tjitrosoepomo, Gembong. 1985. Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta:Gajah
Mada University Press.

Tjitrosoepomo, Gembong. 2010. Taksonomi Tumbuhan. Yogyakarta:
Gajah Mada University Press.

                        Van steenis, C.G.G.J. 1991. Flora. PT. Pradaya Paramita. Jakarta





Tidak ada komentar:

Posting Komentar