PRAKTIKUM
I
Topik : Daun tunggal dan bagian-bagiannya
Tujuan : Mengenal bagian-bagian daun dan ciri-ciri daun
tunggal
Hari/Tanggal :
Kamis,
3
Maret 2016
Tempat
: Laboratorium Biologi PMIPA FKIP UNLAM Banjarmasin.
I.
ALAT
DAN BAHAN
A.
Alat
1.
Baki/nampan
2.
Alat
Tulis
3.
Kamera
B.
Bahan
1.
Daun
bambu (Bambusa sp.)
2.
Daun
tebu (Saccharum officinarum L.)
3.
Daun
pisang (Musa paradisiacal L.)
4.
Daun
jarak (Ricinus communis L.)
5.
Daun
widelia (Widelia sp.)
6.
Daun
keladi (Colocasia sp. )
7.
Daun
Mangga (Mangifera indica L.)
II.
CARA
KERJA
1.
Mengamati bagian-bagian daun: tangkai (petiolus), pelepah (vagina), helaian (lamina),
lidah-lidah (ligula).
2. Mengamati
bangun daun: lanset, bulat telur, bulat telur terbalik, perisai, pita, garis, dsb.
3. Mengamati
ujung daun: runcing, meruncing, tumpul, membulat, rompang/rata, terbelah, berduri.
4. Mengamati
pangkal daun: runcing, meruncing, tumpul, membulat, rompang/rata, berlekuk.
5. Mengamati
tepi daun: rata, bergigi, bergerigi, bergerigi ganda, beringgit, berombak,
berlekuk, bercangap, berbagi.
6. Mengamati
daging daun: tipis seperti selaput, tipis lunak seperti kertas, seperti
perkamen, seperti kulit, berdaging.
7. Mengamati
pertulangan daun: menyirip, menjari, melengkung, sejajar.
8. Mengamati
permukaan atas dan bawah daun: gundul, licin (mengkilap, suram, berselaput
lilin), kasap, berkerut, berbinggul-binggul, berbulu (jarang, halus dan rapat,
kasar).
9. Mengamati
warna daun permukaan atas dan bawah
10. Menggambar
hasil pengamatan.
III. TEORI DASAR
Daun merupakan bagian tumbuhan yang penting dan
umumnya tiap tumbuhan mempunyai sejumlah besar daun. Alat ini hanya terdapat
pada batangtempat duduknya atau melekatnya daun dinamakan buku-buku (nodus)
batang dan tempat di atas yang merupakan sudut antara batang dan daun dinamakan
ketiak daun (axilla). Daun biasanya tipis melebar, kaya akan senyawa zat hijau
yang dinamakan klorofil. Daun berfungsi sebagai alat yang berfungsi untuk :
1.
Pengambilan
zat-zat makanan (resorbsi)
2.
Pengolahan
zat-zat makanan (asimilasi)
3. Penguapan
(transpirasi)
4. Pernapasan
(respirasi)
A.
Bagian-bagian daun
Daun lengkap mempunyai 3 bagian, yaitu :
1. Upih
daun atau pelepah daun (vagina)
2. Tangkai
daun (petiolus)
3. Helaian
daun (lamina)
B.
Bangun/
Bentuk Daun (Circumscriptio)
Berdasarkan letak
bagian daun yang terlebar maka daun dibedakan empat golongan, yaitu :
1)
Bagian
yang terlebar kira-kira ditengah-tengah helaian daun
Tumbuhan yang memiliki daun yang bagian terlebarnya
terletak ditengah-tengah helaian daun kemungkinan bangun daunnya adalah
bulat/bundar (orbcularis), bangun
perisai (peltatus), jorong (ovalis atau ellipticus, memanjang (oblongus)
dan bangun lanset (lanceolatus).
2) Bagian
yang terlebar dibawah tengah-tengah helaian daun
Daun-daun yang memiliki bagian yang terlebar dibawah
tengah-tengah helaian daunnya dibedakan dalam 2 golongan, yaitu :
a. Pangkal
daunnya tidak bertoreh. Dalam golongan ini didapati bentuk-bentuk daun seperti
bangun bulat telur (ovatus), bangun
segitiga (triangularis), bangun delta
(deltoideus), dan bangun belah
ketupat (rhomboideus).
b.
Pangkal
daun bertoreh atau berlekuk. Dalam golongan ini termasuk bentuk-bentuk daun
seperti bangun jantung (cordatus),
bangun ginjal atau kerinjal (reniformis),
bangun anak panah (sagitattus),
bangun tombak (hastatus), dan bangun
bertelinga (auriculatus).
3) Bagian
yang terlebar terdapat diatas tengah-tengah helaian daun
Daun dengan bagian terlabar terdapat ditengah-tengah
helaian daun kemungkinan bangun daunnya adalah bulat telur sungsang (abovatus), bangun jantung sungsang (obcordatus), bangun segitiga terbalik
atau bangun pasak (cuneatus) dan
bangun sudip atau spatel atau solet (spathulatus).
4)
Tidak
ada bagian yang terlebar atau dari pangkal ke ujung dapat dikatakan sama
lebarnya
Dalam golongan ini termasuk dalam daun-daun tumbuhan
yang biasanya sempit, atau lebarnya jauh berbeda jika dibandingkan dengan
panjang daunnya.
Pada
umumnya bentuk daun yang dari pangkal ke ujung
sama lebarnya adalah bangun
garis
(linearis), bangun pita (ligulatus), bangun pedang (ensiformis), bangun paku atau dabus (subulatus) dan bangun jarum (acerosus).
C.
Ujung
Daun (Apex folli) dan Pangkal Daun (Basis folli)
Ujung daun dan
pangkal daun dapat memperlihatkan bentuk yang beraneka rupa. Ada tujuh bentuk
daun yang kita jumpai yaitu runcing (acutus),
meruncing (acuminatus), tumpul (obtusus), membulat (rotundatus), rumpang (truncates),
terbelah (retusus) dan berduri (mucronatus).
D. Susunan
Tulang Daun (Nervatio atau Nevatio )
Tulang-tulang daun adalah bagian daun yang berfungsi
untuk memberi kekuatan pada daun atau sebagai penguat dan jalan untuk
pengangkutan zat-zat. Menurut besar kecilnya tulang-tulang daun dibedakan dalam
tiga macam, yaitu ibu tulang daun (costa),
tulang-tulang cabang (nervus lateralis),
dan urat-urat daun (vena).
Berdasarkan arah tulang-tulang cabang yang besar pada helaian daun dapat
dibedakan beberapa macam susunan tulangnya dapat dibedakan atas empat golongan,
yaitu daun-daun yang bertulang menyirip (penninervis),
bertulang menjari (palminervis) dan
bertulang sejajar (rectinervis).
E.
Tepi
Daun (Margo filli)
Secara garis besar tepi
daun dapat dibedakan dalam dua macam, yaitu rata (integer) dan bertoreh (divisus).
Toreh-toreh pada tepi daun sangat beraneka ragam sifatnya. Biasanya toreh-toreh
pada tepi daun dibedakan dalam dua golongan, yaitu:
1.
Tepi daun dengan toreh merdeka
Tepi daun dengan
toreh yang merdeka banyak ragamnya, yang sering dijumpai adalah tepi dan
bergerigi (serratus), bergerigi ganda
(biserratus), bergigi (dentatus), beringgit (crenatus) dan berombak (repandus).
2.
Tepi
daun dengan toreh-toreh yang mempengaruhi bentuknya.
Berdasarkan dalamnya toreh- toreh
pada tepi daun dibedakan menjadi tiga macam, yaitu (lobatus), bercangap (fissus)
dan berbagi (partisus).
F.
Daging
Daun (Invertinum)
Daging daun (invertinum) adalah bagian daun yang
terdapat diantara tulang-tulang daun dan urat-urat daun. Dibagian ini zat-zat
yang diambil dari luar tubuh menjadi zat-zat yang sesuai dengan keperluan
kehidupan tumbuhan. Tebal tipisnya helaian daun tergantung tebal tipisnya
daging daunnya. Oleh karena itu daging daun dapat bersifat seperti selaput (membranceus), seperti kertas (papyraceus) atau (chartaceus), seperti perkamen (perkamenteus),
seperti kulit belulang (coriaceus),
dan berdaging (carnoss).
G.
Warna
Daun
Secara umum kita ketahui bahwa daun berwarna hijau,
namun tidak jarang kita jumpai daun yang warnanya tidak hijau. Selain itu warna
hijau pada daun dapat memperlihatkan banyak variasi atau nuansa, misalnya
merah, hijau bercampur atau tertutup warna merah, atau hijau kekuningan.
H.
Permukaan
Daun
Pada umumnya warna daun pada sisi atas
dan bawah berbeda, biasanya sis atas lebih hijau, licin atau mengkilat
dibandingakan dengan sisi bawah. Kadang-kadang pada permukaan daun terdapat
alat-alat tambahan yang berupa sisik, rambut, duri, dan lain-lain. Oleh karena
itu, orang membedakan permukaan daun ada yang licin (lavies), gundul (glaber),
kasap (scaber), berkerut (rugosus), berbingkul-bingkul (bullatus), berbulu (pilosus), berbulu halus dan rapat (villosus), berbulu kasar (hispidus) dan bersisik (lepidus)
IV. HASIL PENGAMATAN
A. Tabel Pengamatan
|
No
|
Nama
tumbuhan
|
Bangun daun
|
Ujung daun
|
Pangkal daun
|
Tepi daun
|
Daging daun
|
Permukaan atas
dan bawah daun
|
Warna daun
|
|
|
Atas
|
Bawah
|
||||||||
|
1
|
Daun bambu
|
Bangun
lanset
|
Runci-ng
|
membulat
|
Rata
|
Sepertiperka-men
|
Berbu-lu
|
Licin
|
Hijau tua
|
|
2
|
Daun tebu
|
Bangun pita
|
Runci-ng
|
Membulat
|
Rata
|
Seperti perka-men
|
Berbu-lu
kasar
|
Berbu-lu
Kasar
|
Hijau
|
|
3
|
Daun pisang
|
Jorong
|
Membu-lat
|
Tumpul
|
Rata
|
Seperti kertas
|
Licin
|
Bersela-put lilin
|
Hijau
|
|
4
|
Daun jarak
|
Bangun bulat
|
Merun-cing
|
Membulat
|
Bergerigi
|
Tipis lunak
|
Licin
|
Berbingkul-bingkul
|
Hijau kemera-han
|
|
5
|
Daun widelia
|
Bulat
|
Runci-ng
|
Tumpul
|
Bergerigi ganda
|
Tipis lunak
|
Berbu-lu
|
Berbingkul-bingkul
|
Hijau
|
|
6
|
Daun keladi
|
Bangun Perisai
|
Runci-ng
|
Membu-lat
|
Berom-bak
|
Tipis lunak
|
Kasap
|
Bersela-put lilin
|
Hijau tua
|
|
7
|
Daun mangga
|
Bangun lanset
|
Merun-cing
|
Tumpul
|
Rata
|
Perka-men
|
Licin
|
Licin
|
Hijau tua
|
B. Gambar Hasil Pengamatan
1.Daun
bambu (Bambusa sp.)
Gambar pengamatan
Foto
pengamatan
(Sumber : dok pribadi. 2016)

Foto
literatur
(Sumber: Anonim a. 2016)
2.
Daun tebu (Saccharum
officinarum L.)
Gambar pengamatan
Foto
pengamatan
(Sumber : dok pribadi. 2016)

Foto
literatur
(Sumber: Anonim b. 2016)
3.
Daun pisang (Musa
paradisiacal L.)
Gambar pengamatan
Foto
pengamatan
(Sumber : dok pribadi. 2016)

Foto
literatur
(Sumber: Anonim c. 2016)
4.
Daun jarak (Ricinus
communis L.)
Gambar pengamatan
Foto
pengamatan
(Sumber : dok pribadi. 2016)

Foto
literatur
(Sumber: Anonim d. 2016)
5.
Daun widelia (Widelia
sp.)
Gambar pengamatan
Foto
pengamatan
(Sumber : dok pribadi. 2016)

Foto
literatur
(Sumber: Anonim e. 2016)
6.
Daun keladi (Colocasia
sp. )
Gambar pengamatan
Foto
pengamatan
(Sumber : dok pribadi. 2016)

Foto
literatur
(Sumber: Anonim f. 2016)
7.
Daun Mangga (Mangifera
indica L.)
Gambar pengamatan
Foto
pengamatan
(Sumber : dok pribadi. 2016)

Foto
literatur
(Sumber: Anonim g. 2016)
IV.
ANALISIS DATA
1.
Daun bambu
(Bambusa
sp.)
Klasifikasi daun bambu:
Kingdom : Plantae
Divisio : Magnolophyta
Classis : Liliopsida
Sub classis : Commelinidae
Ordo : Cyperales
Familia : Poaceae
Genus : Bambusa
Species : Bambusa sp.
(Sumber
: C. C. G. J. Van Steenis. 2003)
Berdasarkan hasil pengamatan diketahui bahwa daun Bambusa sp. mempunyai bangun daun
lanset. Ujung daunnya meruncing (acuminatus)
dengan pangkal daun bangun tumpul dan tepi daunnya rata (integer). Daging daunnya seperti kertas. Jika diraba permukaan atas
dan bawan terasa berbulu. Daunnya berwarna hijau tua diatas dan hijau muda
dibawah.
Pada
praktikum kali ini diketahui bahwa daun bambu (Bambusa sp.) adalah
daun tunggal yang memiliki daun lengkap. Hal itu dikarenakan daun bambu (Bambusa sp.) memiliki pelepah/upih daun (vagina), tangkai daun (petiolus),
dan helaian daun (lamina).Dalam hal
dijelaskan oleh Gembong Tjitrosoepomo dalam bukunya Morfologi Tumbuhan
(1985:32), bahwa tumbuhan bambu memiliki ujung daun runcing (acutus), kedua tepi daun di kanan dan
kiri ibu tulang sedikit demi sedikit ke atas dan pertemuannya pada puncak daun
membentuk suatu sudut lancip (lebih kecil dari 90°). Pangkal daun
yang membulat, tepi daun yang rata (integer),
daging daun yang perkamen, permukaan bagian atas yang licin suram dan pada
bagian bawah yang kasap, serta warna daun yang hijau tua. Dari arah
tulang-tulang cabang yang besar pada helaian daun, termasuk ke dalam daun-daun
yang bertulang sejajar atau lurus karena ibu tulang daunnya yang besar membujur
ke tengah, sedang tulang-tulang lainnya jelas lebih kecil dan membujur sejajar
ibu tulang daun.
2.
Daun tebu (Saccharum
officinarum L.)
Klasifikasi daun tebu :
Kingdom : Plantae
Divisio :
Magnoliophyta
Classis : Liliopsida
Ordo : Poales
Familia : Poaceae
Genus : Saccharum
Spesies : Saccharum officinarum L.
(Sumber : C. C. G. J. Van Steenis. 2003)
Berdasarkan hasil pengamatan saya diketahui bahwa daun Saccharum officinarum L. mempunyai
bangun pita. Ujung daunnya runcing dengan pangkal daun yang tumpul dan tepi daunnya rata. Daging daunnya seperti
kertas. Jika diraba permukaan atas dan bawahnya berbulu kasar. Daunnya berwarna
hijau muda.
Daun tebu (Saccharum officinarum L.) mempunyai daun
pita (ligulatus) karena penampang
melintangnya pipih dan daunnya yang lebih panjang dari bangun pita, bentuk daun
yang runcing, pangkal daun yang rompang/rata (truncatus), tepi daun yang rata, daging daun yang perkamen,
permukaan atas daun yang licin suram dan permukaan bawah yang kasap, serta
berwaran hijau. Daun tunggal ini bukanlah daun yang lengkap karena hanya
memiliki helaian daun (lamina) dan
pelepah daun (vagina). Pertulangan daun yang
dimiliki tebu adalah sejajar, seperti yang telah dijelaskan oleh Gembong
Tjitrosoepomo dalam bukunya Morfologi Tumbuhan (1985:40), daun-daun yang
bertulang sejajar atau bertulang lurus (rectinervis),
biasanya terdapat pada daun-daun bangun garis atau bangun pita, yang mempunyai
satu tulang di tengah yang besar dan membujur daun, sedang tulang-tulang
lainnya jelas lebih kecil dan nampaknya semua mempunyai arah yang sejajar dengan ibu
tulangannya tadi, oleh sebab itu disebut pula bertulang sejajar.
Daun tebu merupakan
daun tidak lengkap, karena hanya terdiri dari pelepah dan helain daun, tanpa
tangkai daun. Daun berpangkal pada buku batang dengan kedudukan yang berseling.
Pelepah memeluk batang, makin ke atas makin sempit. Pada pelepah terdapat
bulu-bulu dan telinga daun. Pertulangan daunnya sejajar. Helaian daun berbentuk
garis sepanjang 1 sampai 2 meter dan melebar 4 sampai 7 cm
dengan ujung runcing, bagian tepi rata.
Terdapat
perbedaan pada pengamatan saya dengan literatur yang tertulis diatas. Dikatakan
di sana bahwa permukaan atas daun yang licin
suram dan permukaan bawah yang kasap , menurut
saya pada permukaan atas dan bawah daun
tebu itu sama-sama berbulu kasar karena saat daun kita raba (di pegang) maka
terdapat bulu-bulu yang terasa kasar sehingga saya simpulkan permukaan atas dan
bawah daun tebu berbulu kasar. Dan hasil pengamatan saya pangkal daun tumpul
juga daging daun seperti kertas itu berbeda dengan literatur diatas.
3. Daun
pisang (Musa paradisiaca L.)
Klasifikasi daun pisang :
Kingdom : Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Classis : Liliopsida
Ordo : Zigeberales
Familia : Musaceae
Genus : Musa
Spesies : Musa paradisiaca L.
(Sumber : C. C. G. J. Van
Steenis. 2003)
Berdasarkan hasil pengamatan diketahui bahwa daun Musa paradisiaca L. mempunyai bangun
jorong. Ujung daunnya tumpul dengan pangkal daun membulat dan tepi daunnya
rata. Daging daunnya seperti kertas.
Jika diraba permukaan atas licin dan bawahnya berselaput lilin. Daunnya
berwarna atas hijau tua bawah hijau muda.
Menurut Gembong Tjitrosoepomo dalam bukunya Morfologi
tumbuhan (1985:47), tebal atau tipisnya helaian daun, pada hakikatnya juga
bergantung pada tebal tipisnya daging daun, bertalian dengan sifat ini
dibedakan daun yang salah satunya seperti kertas (papyraceus atau chartaceus),
tipis tetapi cukup tegar, misalnya daun pisang (Musa paradisiacal L.). Selain itu, menurut Gembong Tjitrosoepomo
dibukunya Morfologi Tumbuhan (1985:11), daun lengkap dapat kita jumpai pada
beberapa macam tumbuhan misalnya: pohon pisang (Musa paradisiacal L.) pohon pinang (Areca catechu L.) bambu (Bambusa
sp.) dll.
4.
Daun jarak pagar (Jatropha
curcas L.)
Klasifikasi daun jarak:
Kingdom : Plantae
Divisio :
Magnoliophyta
Classis :
Magnoliopsida
Ordo :
Euphorbiales
Familia : Euphorbiaceae
Genus :
Ricinus
Spesies : Ricinus
communis L.
(Sumber
: C. C. G. J. Van Steenis. 2003)
Berdasarkan
hasil pengamatan daun jarak
pagar (Jatropha curcas L.) adalah
daun tunggal yang tergolong daun tidak lengkap, karena pada bagian daunnya
hanya memiliki tangkai daun (petiolus)
dan helaian daun (lamila), tidak
terdapat pelepah/upih daun (vagina).
Daun ini mempunyai bangun bulat, ujung daun yang meruncing, pangkal daun yang berlekuk, tepi daun berlekuk
menjari, daging daun yang seperti perkamen, permukaan atas yang licin dan bawah
yang berbulu kasar, serta berwarna atas hijau tua bawah hijau muda. Daun jarak
memiliki bagian-bagian daun seperti tangkai daun (petiolus)dan helaian daun
(lamina).
Menurut Gembong Tjitrosoepomo dalam bukunya Morfologi
Tumbuhan (1985:40), daun-daun yang bertulang menjari (palminervis), yaitu kalau dari ujung tangkai daun keluar beberapa
tulang yang memencar, memperlihatkan susunan seperti jari-jari pada tangan.
Jumlah tulang ini lazimnya gasal, yang di tengah yang paling besar dan paling
panjang, sedang ke samping semakin pendek. Daun dengan susunan tulang demikian
pun umumnya hanya terdapat pada tumbuhan berbiji terbelah (Dicolyledoneae), misalnya pada papaya (Carica papaya L.), jarak (Ricinus
communis L.), kapas (Gossypium sp.),
dll.
Daun jarak
memiliki bagian-bagian daun seperti tangkai daun (petiolus)dan helaian daun
(lamina). Daun ini berbentuk bulat dengan ujung daun yang meruncing. Untuk
pangkal daunnya berlekuk. tepi daunnya dapat bertemu dengan tepi daun yang bergerigi. Pertulangan daunnya menjari
(palmineris), yaitu dari pangkal daunnya keluar beberapa tulang yang
memencar dan tersusun seperti jari tangan.
Jumlahnya gasal, yang di tengah paling besar dan panjang, sedang makin ke samping
semakin pendek. Tepi daun bergerigi ganda. Untuk daging daun seperti perkamen
dan pada permukaan atas daun licin sedangkan bawahnya berbulu kasar.Warna daun
jarak adalah hijau.
Perbedaan pengamatan dengan literatur adalah pada tepi
daun menurut saya lebih tepat dikatakan bergerigi saja tidak semua angulusnya
besar dan tepinya bergerigi lagi lebih
banyak yang kecil.
5.
Daun widelia (Widelia
sp.)
Klasifikasi daun widelia:
Kingdom : Plantae
Divisio :
Magnoliophyta
Classis :
Magnoliopsida
Sub classis :
Asteridae
Ordo :
Asteriales
Familia : Asteriaceae
Genus :
Widelia
Spesies : Widelia sp.
(Sumber : C. C. G. J. Van Steenis. 2003)
Berdasarkan hasil
pengamatn daun widelia (Widelia sp.) mempunyai bangun jorong, ujung daun yang meruncing,
pangkal daun yang meruncing, tepi daun yang bergerigi, daging daun yang seperti
kertas, permukaan daun atas dabn bawah berbulu kasar, serta warna daun yang
hijau. Memiliiki susunan tulang daun yang bertulang menyirip (penninervis). Daun ini dikatakan tidak
lengkap karena dia hanya memiliki bagian-bagian daun terkecuali upih daun atau
pelepah daun (vagina), daun widelia memiliki tangkai daun (petiolus) dan helaian daun (lamila).
Menurut http://www.scribd.com/(2015) dengan judul Prak-1-Mortum, daun widelia merupakan daun tunggal yang terdiri dari bagian
berupa tangkai daun (petiolus) dan helaian
daun (lamina). Bentuk daunnya bulat dengan ujung daun yang runcing.Pada pangkal daunnya
meruncing dan tepi daun bergerigi.
Pertulangan daunnya menjari, dan daunnya tipis lunak.
Permukaan atas dan bawah daun berbulu. Warna daunnya pada bagian atas hijau agak tua
sedangkan bagian bawahnya hijau lebih muda.
Perbedaan
pengamatan pada daun widelia adalah bagun daun menurut saya bangun daunnya jorong.
6. Daun
keladi (Colacasia sp.)
Kingdom : Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Classis : Magnoliopsida
Sub
classis : Aracidae
Ordo : Arales
Familia :
Araceae
Genus : Colocasia
Spesies :
Colocasia sp.
(Sumber : C.
C. G. J. Van Steenis. 2003)
Berdasarkan
hasil pengmatan daun keladi
(Colacaia sp.) merupakan daun lengkap karena terdiri atas helaian
daun, tangkai daun, dan upih/pelapah daun. Helaian daun keladi sendiri memiliki
bangun daun perisai (peltatus), ujung
daun yang tumpul, pangkal daun yang berlekuk, tepi daun yang rata, daging daun
yang tipis lunak, permukaan atas dan bawah licin berselaput lilin, serta warna
daun yang hijau.
Daun
keladi memiliki bagian-bagian daun yang lengkap karena memiliki pelepah daun (vagina),
tangkai daun (petiolus), dan helaian daun (lamina). Daun seperti
bangun perisai dengan ujung daun yang tumpul. Untuk pangkal daunnya bulat
sehingga tepi daun dapat bertemu. Bentuk tepi daun dari daun keladi ini
berombak (berlekuk) dengan daging daun tipis lunak. Permukaan daun bagian
atasnya licin mengkilap sedangkan bagian bawahnya licin. Warna daunnya hijau
(Steenis,1981).
Perbedaan pengamatan saya
adalah
ada pada tepi daun, menurut saya tepidaun
keladi adalh rata
7.
Daun mangga (Mangifera
indica L.)
Kingdom : Plantae
Subkingdom :
Tracheobionta
Super Divisi :
Spermatophyta
Divisi :
Magnoliphyta
Classis : Magnoliopsida
Subkelas : Rosidae
Ordo :
Sapindales
Famili :
Anacardiaceae
Genus :
Mangifera
Species : Mangifera
indica L.
(Gembong Tjitrosoepomo: 2010)
Berdasarkan hasil
pengamatan daun mangga (Mangifera indica L.) mempunyai bangun
daun memanjang, ujung daun yang meruncing, pangkal daun yang tumpul, tepi daun
yang rata, daging daun seperti perkamen, permukaan atas
daun licin mengkilat
dan bawah licin, serta berwarna hijau tua.
Daun ini bertulang menyirip. Daun mangga adalah daun
yang tidak lengkap karena tidak memiliki pelepah/upih daun (vagina).
Menurut Gembong
Tjitrosoepomo dalam bukunya Morfologi Tumbuhan (1985:11), mengenai susunan
tulang daun yang tidak lengkap ada beberapa kemungkinan salah satunya hanya
terdiri atas tangkai dan helaian saja: lazimnya lalu disebut daun bertangkai.
Susunan daun yang demikian itulah yang paling
banyak kita temukan. Sebagian besar tumbuhan mempunyai daun yang demikian tadi,
misalnya: nangka (Artocarpus integra Merr.)
mangga (Mangifera indeca L.).
Menurut Gembong
Tjitrosoepomo dalam bukunya Morfologi Tumbuhan (1985:11), daun-daun yang
bertulang menyirip (penninervis).
Daun ini mempunyai satu ibu tulang yang berjalan dari pangkal ke ujung, dan
merupakan terusan tangkai daun. Dari ibu tulang ini ke samping keluar
tulang-tulang cabang, sehingga susunannya mengingatkan kita kepada susunan
sirip-sirip pada ikan, oleh sebab itu dinamankan bertulang menyirip. Daun
dengan susunan yang demikian ini umum kita dapati pada tumbuhan biji belah (Dicotyledoneae), misalnya daun mangga (Mangifera indica L.).
Menurut http://www.scribd.com/(2015) dengan judul Prak-1-Mortum, daun mangga
memiliki bagian-bagian yang hanya terdiri dari tangkai daun (petiolus) dan helaian daun (lamina) saja sehingga disebut daun tak
lengkap. Daun
mangga berbetuk lanset dengan ujung daun
dan pangkal daun yang runcing. Tepi Daun ini rata
dengan pertulangan daun yang menyirip. Daging daunnya seperti perkamen,
sedangkan permukaan atas daun
licin mengkilap dan bawahnya licin.Daun
mangga berwarna hijau.
VI.
KESIMPULAN
1.
Daun
bambu merupakan daun lengkap karena terdiri atas upih, tangkai, dan helaian.
Daun bambu memiliki ciri bentuk daun lanset, ujung daun meryncing, pangkal daun tumpul, tepi daun
rata, daging daun seperti perkamen, permukaan atas dan bawah berbulu, dan warna
daunnya atas hijau tua bawah hijau muda .
2.
Daun
tebu merupakan daun tidak lengkap karena hanya terdiri atas helaian dan pelepah
saja. Daun tebu memiliki ciri bentuk daun pita, ujung daun runcing, pangkal
daun tumpul, tepi daun rata, daging daun seperti kertas, permukaan atas dan
bawah
daun berbulu, dan warna daunnya hijau.
3.
Daun pisang merupakan daun lengkap karena terdiri atas upih, tangkai,
dan helaian. Daun pisang memiliki ciri bentuk daun jorong, ujung daun tumpul,
pangkal daun membulat, tepi daun rata, daging daun seperti kertas, permukaan
atas licin dan bawahnyaberselaput lilin,
dan warna daunnya atas hijau tua bawah hijau muda
4.
Daun
jarak merupakan daun tidak lengkap karena hanya terdiri atas tangkai dan
helaian saja. Daun jarak memiliki ciri bentuk daun bangun bulat, ujung daun meruncing, pangkal daun berlekuk, tepi daun berlekuk
menjari, daging daun seperti perkamen, permukaan atas licin dan bawah berbulu
kasar, dan warna daunnya atas hijau tua bawah hijau muda .
5.
Daun
widelia merupakan daun tidak lengkap karena hanya terdiri atas tangkai dan
helaian saja. Daun widelia memiliki ciri bentuk daun prisai, ujung daun tumpul,
pangkal daun berlekuk, tepi daun rata, daging daun tipis
lunak, permukaan
atas dan bawah daun ,berbulu kasar dan warna daunnya atas hijau tua bawah hijau muda
6.
Daun
keladi merupakan daun lengkap karena terdiri atas upih, tangkai, dan helaian.
Daun keladi memiliki ciri bentuk daun bangun perisai, ujung daun tumpul,
pangkal daun berlekuk, tepi daun rata, daging daun tipis lunak, permukaan atas
dan bawah licin berselaput lilin, dan warna daunnya atas hijau
tua bawah hijau muda.
7. Daun mangga merupakan daun
tidak lengkap karena hanya terdiri atas tangkai dan helaian saja. Daun mangga
memiliki ciri bentuk daun memenjang, ujung daun meruncing, pangkal daun tumpul,
tepi daun rata, daging daun seperti perkamen, permukaan atas licin mengkilat
dan bawah daunnya licin, dan warna daunnya atas hijau tua bawah hijau muda.
VII.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim a.
2016. .Bambusa sp 'Richard Waldron'.
http://bambooweb.info(online). Diakses pada 8 maret 2016
Diakses 8 maret
2016.
Anonim c. 2016. Khasiat Daun Pisang.
Diakses pada8 maret 2016
Anonim e. 2016. Wedelia Texana. http://www.sbs.utexas.edu
(online).
Diakses pada 8 maret 2016.
wordpress.com(online). Diakses pada8 maret
2016
Anonim g. 2016.Berkenalan Dengan Pohon Bintaro.
http://suriani.co.cc(online). Diakses pada 8 maret 2016.
Amintarti, Sri. 2016 . Penuntun Praktikum Morfologi Tumbuhan.
Banjarmasin: PMIPA FKIP UNLAM.
Tjitrosoepomo, Gembong. 1985. Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta:Gajah
Mada University Press.
Tjitrosoepomo, Gembong. 2010. Taksonomi Tumbuhan. Yogyakarta:
Gajah Mada University Press.
Van steenis, C.G.G.J. 1991. Flora. PT. Pradaya Paramita. Jakarta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar